Sebelum Pamer Pencapaian dan Prestasi, Sebaiknya 6 Hal Ini Lebih Dulu Kamu Ketahui

Mungkin anda pernah atau tidak jarang banget ketemu sama orang yang hobinya nyombongin prestasi. Entah sebetulnya dia berniat nyombong atau nggak, anda kurang paham. Yang jelas sih, sifat mereka tentu paling amat menyebalkan. Tujuan mereka nyombong dapat jadi lantaran mereka hendak dapat pernyataan dan tak mau untuk disepelekan. Please, sebelum anda bahkan kepikiran untuk mengekor jejak mereka yang gemar sekali pamer pencapaian hidup, baiknya anda baca dulu deh 6 urusan berikut ini.

1. Cobalah tanya dalam hatimu yang terdalam, apa destinasi utamamu pamer prestasi di depan orang banyak?
Hayoo
Hayoo.. apa tujuanmu pamer prestasi?

Tidak terdapat satu orang juga di dunia ini yang senang andai diremehkan. Semua tentu benci andai direndahkan oleh orang lain. Tidak tidak banyak orang yang fobia untuk disepelekan, kemudian membangun benteng pertahanan diri dengan teknik membeberkan prestasi yang dimiliki. Sayangnya, benteng pertahanan diri tersebut malah malah mengakibatkan mereka dibenci oleh tidak sedikit orang. Duh, tidak boleh sampai terjadi deh, Guys!

Sebelum anda dibenci sama orang-orang, baiknya tidak boleh tergoda guna membeberkan segala pencapaianmu di depan mereka. Walaupun tujuanmu pamer prestasi lantaran fobia disepelekan sekalipun. Yup, karena takut disepelekan hanyalah kekhawatiranmu yang berlebihan saja. Hal yang sangat berbahaya ialah ketika anda pamer prestasi dengan destinasi untuk mendapat pengakuan. Jika tujuanmu ini, usahakan anda perbanyak introspeksi diri deh. Sepertinya anda tengah dilanda krisis keyakinan diri.

2. Ingat, nggak terdapat yang inginkan tahu terlampau detail mengenai seluk beluk pencapaian hidupmu, terkecuali barangkali orangtuamu
Nggak terdapat orang yang peduli dengan pencapaianmu…

Sebelum anda tergoda guna memamerkan segala pencapaian akademis dan karirmu, baiknya anda harus paham bakal satu urusan yang penting. Bahwa di dunia ini tidak terdapat orang yang inginkan tahu prestasi orang beda dengan sedetail-detailnya. Cobalah guna memosisikan diri sebagai orang lain. Misalnya, temanmu terdapat yang membeberkan prestasinya di depan anda dengan begitu lebay. Kamu tentu lebih memilih guna tutup kuping bukan? Kamu juga membatin guna tutup kuping saja.

3. Tak terdapat gunanya anda pamer prestasi di depan rekan sepermainan. Salah sedikit justeru bisa buat pertemanan renggang
Kamu masih sayang sama mereka ‘kan?

Kamu nggak inginkan kehilangan mereka ‘kan?

Biasanya tidak sedikit yang unjuk prestasi pada rekan sendiri lantaran telah lama tak berjumpa. Kamu barangkali lupa, bahwa rekan sepermainanmu tidak membutuhkan kisah pencapaianmu meraih kesuksesan. Mereka hanya perlu waktu menguras quality time bareng kamu. Yup, mereka hanya perlu waktu untuk bercengkerama denganmu saja.

Kalau anda nggak inginkan kehilangan teman-temanmu, usahakan anda menghindari terlalu tidak sedikit bercerita mengenai prestasi. Lebih baik kamu konsentrasi saja dengan waktu-waktu berbobot | berbobot | berkualitas yang anda habiskan bareng mereka. Toh, bila mereka benar-benar rekan dekatmu, segala pencapaianmu sudah tentu mereka ketahui. Tanpa mesti anda umbar-umbar lagi.

4. Ketimbang pamer prestasi di depan gebetan, buat dia ketawa malah terdengar jauh lebih anggun untuk meraih hatinya
Daripada nyombong, mending buat dia ketawa aja!

Kamu: Iya, jadi gue kini mau lanjut master gitu di Belanda. Abis kampus di Indo tuh apaan! Nggak berkelas!

Gebetan: -.- (padahal gebetanmu bapaknya PNS di di antara kampus negeri).

Tujuan beda seseorang pamer prestasi juga dapat demi pencitraan di depan gebetan. Mungkin maksudmu membeberkan prestasimu di depan dia ialah karena kamu hendak mendapat pernyataan di hadapannya.Tempatbet55 Namun sayangnya, gebetanmu dapat jadi punya evaluasi yang sebaliknya. Dia bakal berpandangan kamu ialah pribadi yang congkak. Jadi, sebenarnya anda nggak butuh pamer prestasi di depan sang gebetan. Cukup menjadi individu yang humoris dan apa adanya saja. Dengan begitu peluangmu guna mendapatkan hatinya akan tersingkap lebar.

5. Bagaimana andai kamu unjuk prestasi lantaran urusan itu sudah melekat dalam diri? Mungkin ini saatnya anda introspeksi
Mungkin anda perlu introspeksi diri.

Ada pula beberapa orang yang kegemaran pamer lantaran tersebut sudah menjadi unsur dalam dirinya. Jika anda termasuk individu yang demikian, sekiranya anda perlu terapi guna meluluhkan sifatmu yang satu ini. Memang, di dunia ini nggak terdapat satu orang juga di dunia ini yang hendak terlahir jadi orang yang menyebalkan. Kalau dapat request, tidak sedikit dari anda yang hendak terlahir sebaik malaikat yang nggak terdapat cacatnya tidak banyak pun. Sayangnya anda nggak dapat memilih itu.

Tapi tentu, tak terdapat sifat yang tak dapat diubah. Untuk mengungguli sifat yang satu ini, usahakanlah untuk mengatakan untuk dirimu, “sesungguhnya di atas langit masih terdapat langit”. Jangan sombong sebab ada orang beda yang jauh lebih berhasil dibanding kamu.

6. Kalau masih tergoda bikin pamer prestasi, lelucon ini dapat jadi pengingat diri: bila ngomong tidak boleh tinggi-tinggi, nanti mulutnya nabrak pesawat!
Tuh, ati-ati bila ngomong…

Sebagian anda mungkin pernah mendengar lelucon di atas. Bisa banget dijadikan pengingat bila kamu lagi terpancing guna pamer pencapaian yang terlampau tinggi. Perumpamaannya, bila omonganmu ketinggian, nanti bisa-bisa mulutmu ditabrak pesawat. Nah lho!

Jadi, sebelum anda umbar pencapaian di depan orang lain, terdapat baiknya poin-poin di atas anda ingat lagi. Kalau nggak ada guna yang dapat kamu dan orang beda dapatkan dari omonganmu, mending disangga aja. Belum pasti yang hendak kamu sampaikan dapat ditangkap dengan baik oleh orang lain. Bisa-bisa justeru salah paham yang terjadi.

Daripada pamer prestasi, baiknya anda perbanyak memberi. Yup, memberi kebahagiaan simpel pada orang terdekatmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *